Kenapa Ada Acara Yasinan dan Tahlilan?

Yasinan sebenarnya adalah singkatan dari membaca Surah Yasin dan tahlilan. Tradisi yasinan ada karena ada kalangan masyarakat percaya bahwa jiwa orang yang sudah meninggal masih ada di sekitar rumah selama tujuh hari. Setelah masa 7 hari itulah baru roh akan meninggalkan tempat itu.

Akulturasi ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa terbuka terhadap tradisi baru. Karena terus berulang, tradisi Yasinan yang berbau Islam menjadi identitas baru dalam tatanan sosial. Di daerah pedesaan pelaksanaan tahlilan ini masih sangat kuat.

Seiring berjalannya waktu, yasinan tidak lagi sebatas mendoakan arwah leluhur. Ritual ini sering diselipkan dalam berbagai agenda keagamaan. Yasinan juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.

Orang-orang pun meyakini kehebatan Surat Yasin yang dapat memperlancar urusan orang yang membacanya. Yasinan kini telah menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, kegiatan ini merupakan sarana untuk bersosialisasi, sekaligus menjalankan petuah-petuah normatif agama.

Selain itu, yasinan juga merupakan simbol ketaatan beragama, yaitu dengan bersedekah. Tentu saja tuan rumah akan menyiapkan jamuan untuk jemaah. Terkadang, untuk menyiapkan hadiah untuk dibawa pulang. Desa yang hidup dalam budaya yasin dianggap lebih harmonis.

Mungkin karena tradisi ini menyatukan orang-orang dengan latar belakang profesi dan tingkat ekonomi yang berbeda. Mereka yang datang juga sering kali menggunakan pakaian yang sama dan mereka duduk bersama.

Keharmonisan ini tidak hanya terlihat saat acara berlangsung. Dalam persiapannya sebuah acara Yasinan juga penuh solidaritas. Pernahkah Anda melihat banyak tetangga yang rewel tentang rumah orang yang akan mengadakan yasinan untuk menyiapkan hidangan?

Acara Yasinan ini juga memberi manfaat karena masyarakat semakin terbiasa melakukan pembacaan ayat-ayat Quran dengan benar. Biasanya pihak keluarga akan membagikan buku Yasin atau buku tahlilan yang berisi doa dzikir yang bisa dibaca oleh tamu yang datang. Dengan membaca buku yasin atau buku tahlilan ini bersama-sama, masyarakat yang belum terbiasa membaca Quran semakin lama akan semakin terbiasa.

Posts created 122

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas